Saturday, 18 February 2012

عندما يسبّح الحب



Kak Cik selalu lambat tahu tentang informasi-informasi terkini. Tidak up to date. Dan selalu old fashioned. Contohnya, baru semalam  Kak Cik  tengok cerita Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2. Orang lain dah tengok, dah baca novel dan pun.

Jujur  Kak Cik  bagi 5 bintang untuk cerita itu. Kerana, suana di Mesir. Suasana yang sangat  Kak Cik  rindu. Angin yang sepoi-sepoi, tetapi hangatnya masih terasa. Penunggang basikal mebawa roti yang bertingkat-tingkat. Sebelah tangannya mengawal basikal, sebelah lagi menjinjing dulang roti yang hampir sama besar dengan basikal itu sendiri. Selain itu, suasana di Universiti Al-Azhar. Walaupun tidak punya kesempatan menjejakkan kaki ke sana, mendengar cerita-cerita rakan-rakan, sudah cukup membuatkan hati berasa cukup bahagia.Dan terakhir sekali ialah permandangan sungai nil yang tersimpan 1001 sejarah di dalamnya.

Apabila tengok cerita ini,  Kak Cik  teringat yang  Kak Cik  pernah tanya mak waktu  Kak Cik  kecik-kecik. "Mak, kenapa banyak sangat ceramah pasal remaja?", mak hanya menjawab "Nanti bila dah besar, adik akan tahu sendiri".

Bila Kak Cik  sudah besar, sudah remaja baru  Kak Cik  faham. Kenapa orang ramai sangat mengambil berat tentang masalah remaja. Mengapa setiap motivasi yang diadakan disentuh tentang ramaja. Kak Cik  faham, rupa-rupanya remaja ini mempunyai masalah hati. Apakah masalah hati itu?

Masalah hati yang dimaksudkan ialah, akan terdetik di dalam hati untuk mempunyai perasaan ingin mencintai dan dicintai. Salahkah masalah hati ini? Seriuskah? Tidak, tidak ada siapa yang dapat menghalang dari mempunyai perasaan ini. Apa yang dititikberatkan oleh ibu bapa dan pakar-pakar motivasi ialah teknik menguruskan perasaan ini. Seperti melakukan pekerjaan lain, mengurus perasaan cinta juga ada cara-cara yang tersendiri. Silap langkah, boleh menzalimi diri sendiri. Tersilap teknik, boleh mengundang murka Allah. Tersilap cara, boleh melahirkan insan-insan yang tidak ingin dilahirkan dalam keadaan sebegitu.

Ya, benar,  Kak Cik  sendiri pernah terlintas di hati untuk mempunyai seseorang yang special dalam hidup. AJM maksudkan ialah 'a man'. Tapi setiap kali  Kak Cik  berfikir tentang itu, pasti akan terngiang-ngiang kata-kata seorang ustazah yang sangat disegani di sekolah dahulu.

"Buat apa kamu nak ingat kat dia? Apa yang dia buat dekat kamu? Apa pengorbanan yang dia lakukan? Setakat tanya tiap-tiap hari 'dah makan ke belum', itu yang kamu katakan satu pengorbanan? Cuba fikir balik, bagaimana pula dengan mak kamu yang masak untuk kamu setiap hari. Tolong hidang lagi, kalau kamu sakit tolong suapkan lagi ke mulut. Itu baru dinamakan pengorbanan. Kamu kata dia baik hati. Kerana sudi berkongsi soalan-soalan trial dari negeri lain. Bagaimana dengan guru-guru yang sanggup membeli soalan-soalan trial, fotostate lagi. Jika tak faham ajar lagi.Kalau kamu tak faham, cikgu ajar lagi. Bagaimana?"

Hanya itulah yang selalu  Kak Cik  ingatkan pada diri agar tidak terus-menerus memikirkan soal cinta yang belum halal. Apa pengorbanan yang dia lakukan. Jika tidak ada, layakkah dia berada di hati kita?


Kak Cik terjumpa satu post dari blog seorang ukhti ini. Sangat indah kata-katanya.

Ketika akhwat jatuh cinta.

Akhwat Jatuh Cinta??


Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...



Bukankah cinta adalah fitrah manusia???



Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???



Mereka juga punya hati dan rasa...




Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...



Namun sebaliknya...



Ketika Akhwat Jatuh Cinta...



Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...



Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…



Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…



Ketika Akhwat Jatuh Cinta…



Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…



Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…



Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…



Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…



Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...



Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…



Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…



Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...



Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…



Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…



Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…



Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…



Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…



Semua Akan Indah Pada Waktunya…

No comments:

Post a Comment