Wednesday, 5 February 2014

Taman Ilmu dan Budi

Di saat ini dan tika ini,
Aku menyelak helaian memori,
Satu persatu,
Saat ketawa,
Saat suka,
Mahupun saat menangis hiba,
Aku tersenyum gembira,

Lantas, cecair jernih meluncur laju,
Hatiku terasa begitu syahdu,
Indahnya persahabatan FiLLAH,
Berikrar taat setia,
Walau di mana berada,
Huluran diberi tanda cakna,

Sungguh, aku merindui tempat itu,
Tempat yang menjadi kenangan nan jitu terpahat di kalbu,
Taman Ilmu dan Budi,
Itulah tempat ku suatu ketiku dulu,
Tuhan, Izinkan ku jejakkan kaki ke sana,
Walaupun sekali lagi cuma,
Moga beban rinduku tersirna.

*Main Syair Tum Nahin (Aku bukanlah seorang penyair)


No comments:

Post a Comment